KOMPAS.com - Beberapa dekade lalu para ilmuwan menemukan bahwa ternyata menambahkan fluor ke dalam air minum dan pasta gigi bisa mengurangi risiko gigi berlubang. Sayangnya, kebiasaan berkumur berulang kali membuat efektivitas fluor berkurang. 

Saat ini hampir semua pasta gigi sudah mengandung fluor atau fluoride. Agar fluor ini bisa menempel pada struktur gigi, sebaiknya kita tidak perlu berkumur berulang-ulang setelah menyikat gigi. Bahkan, idealnya kita tak perlu berkumur.

"Sudah ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa berkumur satu kali ternyata tak terlalu berbeda dengan yang tidak berkumur dalam hal membuat fluoride tetap bertahan pada gigi," kata drg.Anton Rahadrdjo dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia saat ditemui di sela pemberian edukasi kesehatan gigi di Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (23/6/14).

Anton mengatakan, sebenarnya lebih baik lagi jika kita tak perlu berkumur karena itu akan membuat fluor terbuang. "Idealnya memang begitu, tetapi kita sudah terbiasa untuk berkumur jadi agak susah kalau mengajarkan untuk tidak berkumur," katanya. 

Ia menjelaskan, fluoride berfungsi untuk menjaga mineral gigi sehingga melindungi gigi dari proses asam. "Remineralisasi gigi membuat gigi lebih kuat dan tahan terhadap asam sehingga nggak gampang berlubang," katanya.

Menyikat gigi dengan pasta yang mengandung fluor juga akan mencegah plak, asalkan seluruh permukaan gigi dibersihkan dengan benar. 

"Menyikat gigi sebenarnya kegiatan yang sepele tapi pengaruhnya besar pada kesehatan gigi," ujarnya.

Edukasi pentingnya menyikat gigi dua kali sehari memang harus diberikan pada anak sedini mungkin. Hal ini bertujuan untuk membentuk perilaku anak sehingga kebiasaan sehat ini terbawa terus sampai mereka dewasa.

Contact Us

Jl. Gurame Raya No.28 Perumnas II

Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan

Phone: 021-712 59 713

Mobile: 0878 8750 0709

contact@lunadentalrehabilitation.com

JoomShaper